Orangutan adalah spesies kera besar satu-satunya di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Mereka adalah spesies ikonik di Indonesia sekaligus spesies payung yang sangat penting. Dengan melindungi orangutan di habitatnya, kita juga melindungi seluruh spesies flora dan fauna di sana. Perlindungan habitat hutan tempat orangutan tinggal bernilai sama pentingnya bagi manusia dan bagi satwa liar lainnya. Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation adalah organisasi nirlaba Indonesia yang berdedikasi terhadap konservasi orangutan Borneo dan habitatnya. BOS Foundation berkomitmen agar seluruh orangutan dalam pusat rehabilitasi selalu menerima perawatan yang maksimal dan mendapat kesempatan terbaik untuk bisa kembali ke alam liar. Dalam sebulan, orangutan di pusat rehabilitasi BOS Foundation mengonsumsi hingga 50.000 kilogram buah dan sayuran, serta ratusan liter susu. Tiga diantara orangutan yang akan terbantu dengan program ini adalah Davi, Bumi dan Mema.

Davi Si Pemberani bertubuh paling mungil di kelompok Sekolah Hutan tidak menghalangi Davi berkompetisi dengan orangutan yang lebih besar. Davi telah membuktikan bahwa dia mampu bermain, memanjat, dan menjelajah hutan bersama mereka. Davi lahir di Samboja Lestari pada 19 Oktober 2015. Dia sempat menghabiskan beberapa hari bersama induknya, Citra, sebelum tim medis mengambil keputusan sulit untuk memisahkan keduanya. Saat itu, Davi menderita gizi buruk dan infeksi jamur, sehingga membutuhkan perawatan intensif di klinik Samboja Lestari. Sejak saat itu, Davi perlahan tumbuh menjadi orangutan muda yang sehat dan aktif.

Bumi Sang Petualang dikenal sebagai individu menyenangkan dan tidak bisa diam. Jantan ini sangat senang bermain, dan aktif mengasah keterampilannya di Sekolah Hutan dan playground. Saat semua orangutan bersiap tidur siang, Bumi lebih suka menjelajah hutan dan mencari buah-buahan. Tim BOS Foundation menerima bayi Bumi pada 18 Juni 2016, setelah diselamatkan dari desa Tumbang Koling oleh BKSDA Kalimantan Tengah dan Centre for Orangutan Protection (COP). Saat itu, kondisi Bumi sangat lemah, bahkan dia tidak mampu membuka matanya. Bumi diyakini dipaksa berpisah dengan induknya sesaat setelah lahir. Tidak akan ada yang pernah bisa menggantikan induknya, namun tim BOS Foundation akan melakukan yang terbaik untuk membuatnya kembali sehat, dan membantunya tumbuh menjadi orangutan muda yang penuh percaya diri.

Mema Tersayang yang ramah dan bersahabat membuatnya mudah berteman dengan orangutan baru. Meski keterampilannya mengesankan, Mema masih suka mengandalkan bantuan babysitter. Dia membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk membangun kepercayaan diri sebelum dia dapat menyusul teman-teman sekelasnya. Babysitter Mema sedia setiap saat untuk memberikan dukungan ekstra yang dibutuhkannya. Mema datang dalam kondisi yang memprihatinkan; seekor bayi orangutan lemah dengan berat hanya 2,3 kilogram. Seorang penduduk desa setempat mengaku menemukan bayi Mema ketika mencari kayu bakar di hutan gambut yang terbakar.

Rincian Kebutuhan Dana
Target Penggalangan Dana Rp.105.000.000
Pakan Kebutuhan Orang Utan di Pusat Rehabilitasi Rp.100.000.000
Crowdfunding platform fee 5% dari hasil penggalangan dana
Rincian Penyaluran Dana
Belum ada data penyaluran dana
Data Impak
Belum ada data impak

Donasi di sini

Donasi di sini

Powered By