“Apapun yang terjadi dalam hidup kita, jangan pernah lari dari kenyataan, because there is a will there is a way”, Budi Soehardi, CNN Hero Award Winner.

Selama 20 tahun, Capt. Budi berjuang menyuarakan kondisi dan turun langsung dari lapangan, bersama Yayasan Kasih Roslin Mandiri dan Panti Asuhan Roslin. Gizi buruk harus diatasi dengan cara memberdayakan keluarga miskin dan rentan gizi buruk di NTT, agar dapat menolong dirinya sendiri.

Pemberdayaan yang dilakukan adalah memberdayakan masyarakat dengan mengajarkan mereka bercocok tanam dan budidaya ikan.Dengan memperbaiki kondisi ekonomi agar mandiri, masyarakat dapat memperbaiki asupan gizinya sendiri secara swasembada, agar anak yang akan dilahirkan terhindar dari gizi buruk.

Awal mula berdirinya Yayasan Rosli,  saat itu pada tahun 2000, kami sekeluarga sedang liburan. Di televisi kami melihat tayangan kamp pengungsi Timor Timor di Atambua yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dibandingkan kondisi kami yang serba enak, kami merasa empati dan akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk membatalkan liburan dan mendatangi pengungsi-pengungsi tersebut.

Disana, kami bertemu banyak anak terlantar,bayi-bayi yang ditinggalkan orang tuanya dengan kondisi tubuhnya yang penuh luka. Mereka tinggal di rumah yang terbuat dari kardus dalam kondisi kekurangan gizi.

Dari situ kami tergerak menolong dan mendedikasikan diri sampai hari ini untuk merawat bayi-bayi terlantar kurang gizi dan ratusan anak di Panti Asuhan Roslin.

Donasi di sini

Donasi di sini

Powered By