Orang tua Alifah ingin amaknya dapat melihat, mendengar, berjalan dan menaikan berat badan ideal seperti anak-anak sebayanya. Alifah lahir pada usia kandungan baru memasuki 32 minggu, tubuhnya masih sangat kecil dengan berat badan hanya 1,8 kg dan panjang 4,6 cm. Kondisi Alifah masih begitu lemah hingga harus dirawat satu minggu di rumah sakit. Ayah dari Alifah hanya seorang penjahit yang penghasilannya tidak menentu sesuai dengan orderan yang ada.

Pada pupil ke dua mata Alifah terdapat bercak putih. Awalnya dokter mendiagnosa dengan katarak. Di usianya yang masih sangat kecil, Alifah disarankan untuk segera melakukan operasi katarak. Tetapi sebelum operasi, malah terdeteksi bahwa Alifah terkena sindrom rubella kongenital. Dampak buruk dari virus rubella menyebabkan kedua mata Alifah terkena katarak, jantung bengkak dan bocor 4,5mm, telinga alifah pun tuli berat kanan-kiri 100db.

Alifah sudah memakai alat bantu dengar tetapi sampai sekarang masih tidak ada respon. Kata dokter selama 3 bulan belum ada perkembangan mau tidak mau Alifah harus implan koklea yang harga nya sangat mahal. Satu telinga itu diperkirakan mencapai 150 juta. Itu baru alatnya saja belum termasuk biaya operasi yang tidak ditanggung oleh BPJS.

Kondisi Alifah diperparah dengan status gizinya yang sangat memprihatinkan. Alifah mengalami gizi buruk, ia begitu sulit untuk menaikan berat badan idealnya seperti anak-anak sebayanya. Alifah membutuhkan susu khusus dan makanan bergizi tinggi untuk menaikan berat badannya. Tetapi harganya begitu mahal buat keluarga kami.

Sampai sekarang Alifah ini belum bisa jalan padahal umurnya sudah 3 tahun. Alifah disarankan untuk mengikuti terapi seminggu 2x. Tetapi karena terkendala biaya sampai saat ini belum terapi. Ke dua orang tuanya hanya berharap agar Alifah mendapatkan perawatan yang telah dianjurkan oleh dokter sehingga bisa segera sembuh dari penyakitnya.

Donasi di sini

Donasi di sini

Powered By